Serang, 23 Agustus 2025 – Suasana penuh keceriaan terlihat di Kampung Pekijing, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, saat digelar Festival Dolanan dan Pementasan Sandiwara Anak 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI) Banten oleh Gubernur Banten Andra Soni, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banten Mira Deden.
Festival Dolanan menghadirkan berbagai permainan tradisional yang dimainkan anak-anak secara berkelompok, seperti engklek, congklak, hingga permainan rakyat lainnya. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali tradisi permainan nusantara sebagai sarana menumbuhkan kebersamaan, kreativitas, sekaligus membangun karakter anak.
Tak hanya dolanan, acara juga diramaikan dengan pementasan sandiwara anak. Anak-anak Pekijing tampil percaya diri di atas panggung, membawakan cerita sederhana yang sarat nilai moral dan kearifan lokal. Kehadiran mereka disambut meriah oleh masyarakat, menjadikan festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang belajar bersama.
Bayu Ibrahim, pemuda berprestasi Pekijing sekaligus pustakawan setempat, mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya festival ini:
“Festival Dolanan ini membuat anak-anak Pekijing kembali akrab dengan tradisi. Di sini mereka bisa tertawa, bergerak, sekaligus belajar nilai kebersamaan. Kami senang Pekijing menjadi titik awal pelestarian budaya permainan rakyat, yang semakin hari semakin jarang dimainkan.”
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa melalui festival ini, RBI hadir bukan hanya sebagai ruang ramah anak, tetapi juga sebagai benteng budaya. “Kami berharap RBI dapat tersedia di setiap kecamatan, desa, hingga kelurahan. Melalui kegiatan bermain di luar ruangan, olahraga, membaca, menggambar, hingga permainan tradisional, kita bisa mencegah dampak negatif gadget sekaligus membangun karakter anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,”ujarnya.
Festival Dolanan dan Pementasan Sandiwara Anak di Pekijing menjadi simbol nyata upaya Pemprov Banten dalam merawat tradisi sekaligus menghadirkan ruang edukatif bagi anak-anak. Dari Pekijing, semangat ini diharapkan menjalar ke seluruh pelosok Banten, agar permainan tradisional tetap hidup di tengah arus digitalisasi.



